Pagi hari yang
cerah, suara menggema di seluruh gedung sekolah ini “Diberitahkan kepada semua
murid untuk berkumpul di aula sekarang” ucap guru dari ruang pemberitahuan. Yah
inilah sekolah baruku, aku lulus dari Junior High School dan melanjutkan ke Nishigaka
Senior High School ini. Aku Nami Akimoto, jujur ini bukanlah sekolah pilihanku
tapi orang tuaku bilang ini adalah sekolah yang memiliki reputasi dan guru yang
baik, maka disinilah aku sekarang, sekolah ini memiliki 4 gedung utama yang saling berhadapan dan 2
gedung terpisah lainnya di belakang, 4 gedung utama yaitu gedung untuk kegiatan
belajar mengajar, kantor, lab, dan kantin, sementara 2 gedung yang lain
merupakan asrama tempat semua siswa, yah inilah hebatnya sekolah ini, memiliki
asrama yang cukup besar, untuk berjalan dari gedung asrama ke gedung utama saja
memakan waktu sekitar 10 menit, cukup melelahkan bukan. Yah setidaknya itulah
yang aku dengar tentang sekolah ini. Aku berjalan di koridor kelas menuju Aula,
aku mengenakan seragam baruku dan aku menyukainya terdengar suara pemberitahuan
itu di ulang untuk yang kedua kalinya, anak-anak yang lain pun segera bergegas
menuju aula bahkan ada yang berlari, ya ampun apa mereka tidak tau betapa
besarnya sekolah ini? Bersabarlah sedikit.
Semua murid sudah
terlihat memenuhi ruang aula berbaris dengan rapih mulai dari guru-guru, siswa
kelas III, kelas II dan siswa baru, mereka semua berkumpul di aula untuk acara
penerimaan siswa baru di Nishigaka Senior High School
“Nah anak-anak kalian dapat melihat papan
pengumuman dimana kelas yang akan kalian tempati dan juga kamar untuk kalian,
sekian pemberitahuan dari saya, selamat siang”.
Aku berjalan
menuju papan pengumuman, anak-anak sudah ramai berkumpul disana. Oh ternyata
aku kelas 1-C dan kamarku No.14. Aku langsung menuju kamarku, dalam 1 kamar
ditempati 3 anak, aku tidak tau siapa yang sekamar denganku. Saat aku menuju
kamarku ternyata sudah ada 2 anak berdiri di depan pintu, yang satu berambut
panjang dan berkacamata dan yang satu berambut pendek dan dia cantik. Lalu aku
menghampiri mereka.
“Hai” sapa mereka.
“Hai juga, namaku Nami Akimoto”.
“Aku Aira Makoto”, “dan aku Naru
Ubame”.
Lalu kami pun
masuk, dan ternyata kamarnyacukup luas, 3 tempat tidur yang hanya dibatasi oleh
meja lampu. 1 kamar mandi lalu meja duduk dilantai dengan karpet warna biru
bergambar Hello Kity. “Wah kamar yang nyaman “ ucapku. Kita juga dapat melihat
lapang dari beranda kamar. “Nah teman-teman tempat tidurku di tengah ya!” ucap
aira (anak yang berambut panjang).
“baik, aku dekat jendela”
ucapku.
“dan aku dipojok” ucap naru.
Kami pun mulai beres-beres
mengeluarkan baju dari tas, oh iya ada 1 lemari 3 pintu dekat pintu kamarmandi.
“hai naru ada
apa dalam tasmu, kenapa bergerak-gerak sendiri” Tanya aira.
Tiba-tiba saja
muncul seekor kucing yang amat lucu berbulu putih yang amat lebat.
“wah lucunya “
teriaku menghampiri”, menghampiri.
“Miaw” kucung
itu merentangkan tubuhnya.
“Lucunya” ucap
aira mengelus-elus bulunya.
“Siapa namanya?”
tanyaku.
“namanya
Tawashi” ucap naru.
“Tawashi!?”
ucapku bersaaman dengan aira
“Bukankah
Tawashi itu artinya bulu sikat?” ucapku
“memang” ucap
naru tersenyum.
“kau ini aneh
binatang peliharaan diberi nama bulu sikat” ucapku.
“Eh,.. dia ini
kucing jenis apa?” Tanya aira
“ Jenis kucing
Persia” ucap naru
“Miaw..” , “ kelihatannya dia lapar” ucap aira
“Hai teman-teman
lihat, banyak orang berkumpul dilapangan “ ucapku yang berada di branda kamar.
“Meraka sedang
apa?” Tanya naru
“Entahlah kita
kesana yuk” ucapku
“Mmm… boleh “
ucap naru dan aira serentak
“Tunggu…. Apa
tawashi ditinggal “ucapku
“dia sudah
terbiaa lagipula sudah ku beri makan, benarkan tawashi, “ ucap naru
“Miaw” ia
bersuara seakan mengerti ucapan kami, lalu kami riba dilapangan.
“Wah tidak
kelihatan” ucap aira
“Hei memangnnya
ada apa sih?” tanyaku pada anak disebelahku.
“Katanya ada kak
Tetsuya yang tampan itu loh”
“Tetsuya?”
gumamku.
Setelah aku lihat ternyata benar
dia memang tampan dan lagi katanya dia jago bermain bola dan basket. Wah
benar-benar sempurna pantas semua wanita tergila-gila padanya. Oh iya aku belum
beritahu ya, sekolah ini cukup luas.
Asrama para wanita dan pria dibatasi oleh taman kecil, yah bisa dibilang
seluruh gedung mengelilingi taman ini. Karena hari ini hari pertama maka khusus
untuk beres-beres dan melihat isi sekolah.
“Teman-teman
bagaimana kalau kita berkeliling sekolah dan melihat-lihat” ucapku.
“Ide bagus, ayo
kita lakukan” ucap aira
“Mmmm…. Aku
kekamar dulu ya, ingin mengambil sesuatu, kalian menunggu ditaman saja nanti aku
menyusul” ucap naru.
“Baiklah kalau
begitu” ucapku dan aira
Kami pun
menunggu ditaman.
“taman yang
indah” uacap aira
“kenapa naru
lama ya?” ucapku
“teman-teman”
teriak naru dari jauh berlari sambil terengah-engah iya berbicara
“teman-teman
gawat tawashi menghilang”
“Apa
menghilang?” ucap aira
“Apa kau sudah
mencari diseluruh
kamar?” tanyaku
“sudah” , “
dikamar mandi dan beranda”, “ juga sudah”
“Baikalah kalau begitu kita
berpencar”, “aku mencari ditaman belakang, aira mencari disekitar taman ini dan
naru mencari di dalam gedung” ucapku
“Baiklah” ucap aira dan naru
Dan kami pun
berpencar.
“Tawashi!” aku
memanggil namanya berulang-ulang dan mencari kesan kemari tapi belum juga
ketemu, tiba-tiba ada surara dari dalam semak-semak.
“Miaw” seekor
kucing muncul dan berlari menjauh, ternyata itu tawashi. “tawashi tunggu”
teriakku mengejarnya. Saat kusadar aku sudah berada di tengah semak belukar.
“Ups,….
sepertinya aku tersesat” ucapku bingung melihat kesana kemari , “tapi kenapa
dibelakang sekolah ada hutan seperti ini?”
“tawasahi kau
dimana?!” teriakku “huh kesabaranku sudah habis”, “TAWASHI!!!” teriakku
kencang, tiba-tiba “BRUKK” seperti ada benda jatuh dari pohon.
“Waaaa!!!”
teriaku “hei, tidak perlu berteriak seperti itu” kau pikir aku setan” ucap anak
laki-laki yang berdiri tepat didepanku.
“Kau mengganggu
tidurku” ucapnya
“Maaf aku tidak
tau, soalnya aku sedang mencari tawashi” ucapku
“Bulu sikat?”
tapi kenapa kenapa kau memanggil-manggilnya, memangnya bulu sikat itu bisa
berjalan?”
“Bisa” uacapku
“Apa?!” bulu
sikat yang mempunyai kaki! Monster apa itu? “ teriaknya kaget
“Bukan
monster tapi seekor kucing tau!” jawabku
“oh kucing,
kenapa namanya bulu sikat?”
“mana aku tau,
itu kucing temanku, aku hanya membantu mencarikannya”
“begitu rupanya,
tapi bukan begitu caranya memanggil kucing”
“lalu bagaimana?”
Dia mengeluarkan
sesuatu dari kantong bajunya, dan ternyata sepotong sandwich “seperti ini
caranya” dia berjongkok memotong sandwich itu menjadi dua bagian lalu
meletakannya di atas rumput “pus-pus, kucing manis ayo kemari ada makanan enak
untukmu, pus-pus”
Aku berdiri di
belakangnya menunggu apa yang akan terjadi, dan tak lama menunggu sesuatu
muncul dari balik semak-semak “miaw” sambil berjalan mendekati sandwich itu dan
memakannya.
“Tawashi!!”ucapku
terkejut, ternyata dia benar akan muncul, “terima kasih yah sudah membantuku
menemukannya” dia hanya mengangguk membalas ucapanku. Aku berbalik dan hendak
meninggalkan tempat itu, namun aku berbalik dan menyakan siapa namanya dan dia
menjawab “aku Haru”
“terima kasih
haru, ayo tawashi kita kembali menemui majikanmu, dia pasti senang”
Gadis itu
tersenyum dengan manis, dan aku lupa menanyakan siapa namanya, ya sudahlah
mungkin nanti aku akan bertemu lagi dengannya. Aku menepik sedikit ujung
celanaku yang terkena debu lalu kembali ke asrama.
