my pict

my pict

Jumat, 24 Oktober 2014

My Little Story



HAPPY SCHOOL (PART 1)

Pagi hari yang cerah, suara menggema di seluruh gedung sekolah ini “Diberitahkan kepada semua murid untuk berkumpul di aula sekarang” ucap guru dari ruang pemberitahuan. Yah inilah sekolah baruku, aku lulus dari Junior High School dan melanjutkan ke Nishigaka Senior High School ini. Aku Nami Akimoto, jujur ini bukanlah sekolah pilihanku tapi orang tuaku bilang ini adalah sekolah yang memiliki reputasi dan guru yang baik, maka disinilah aku sekarang, sekolah ini memiliki 4 gedung utama yang saling berhadapan dan 2 gedung terpisah lainnya di belakang, 4 gedung utama yaitu gedung untuk kegiatan belajar mengajar, kantor, lab, dan kantin, sementara 2 gedung yang lain merupakan asrama tempat semua siswa, yah inilah hebatnya sekolah ini, memiliki asrama yang cukup besar, untuk berjalan dari gedung asrama ke gedung utama saja memakan waktu sekitar 10 menit, cukup melelahkan bukan. Yah setidaknya itulah yang aku dengar tentang sekolah ini. Aku berjalan di koridor kelas menuju Aula, aku mengenakan seragam baruku dan aku menyukainya terdengar suara pemberitahuan itu di ulang untuk yang kedua kalinya, anak-anak yang lain pun segera bergegas menuju aula bahkan ada yang berlari, ya ampun apa mereka tidak tau betapa besarnya sekolah ini? Bersabarlah sedikit.
Semua murid sudah terlihat memenuhi ruang aula berbaris dengan rapih mulai dari guru-guru, siswa kelas III, kelas II dan siswa baru, mereka semua berkumpul di aula untuk acara penerimaan siswa baru di Nishigaka Senior High School
 “Nah anak-anak kalian dapat melihat papan pengumuman dimana kelas yang akan kalian tempati dan juga kamar untuk kalian, sekian pemberitahuan dari saya, selamat siang”.
Aku berjalan menuju papan pengumuman, anak-anak sudah ramai berkumpul disana. Oh ternyata aku kelas 1-C dan kamarku No.14. Aku langsung menuju kamarku, dalam 1 kamar ditempati 3 anak, aku tidak tau siapa yang sekamar denganku. Saat aku menuju kamarku ternyata sudah ada 2 anak berdiri di depan pintu, yang satu berambut panjang dan berkacamata dan yang satu berambut pendek dan dia cantik. Lalu aku menghampiri mereka.
 “Hai” sapa mereka.
 “Hai juga, namaku Nami Akimoto”.
 “Aku Aira Makoto”, “dan aku Naru Ubame”.
Lalu kami pun masuk, dan ternyata kamarnyacukup luas, 3 tempat tidur yang hanya dibatasi oleh meja lampu. 1 kamar mandi lalu meja duduk dilantai dengan karpet warna biru bergambar Hello Kity. “Wah kamar yang nyaman “ ucapku. Kita juga dapat melihat lapang dari beranda kamar. “Nah teman-teman tempat tidurku di tengah ya!” ucap aira (anak yang berambut panjang).
 “baik, aku dekat jendela” ucapku.
 “dan aku dipojok” ucap naru.
Kami pun mulai beres-beres mengeluarkan baju dari tas, oh iya ada 1 lemari 3 pintu dekat pintu kamarmandi.
“hai naru ada apa dalam tasmu, kenapa bergerak-gerak sendiri” Tanya aira.
Tiba-tiba saja muncul seekor kucing yang amat lucu berbulu putih yang amat lebat.
“wah lucunya “ teriaku menghampiri”, menghampiri.
“Miaw” kucung itu merentangkan tubuhnya.
“Lucunya” ucap aira mengelus-elus bulunya.
“Siapa namanya?” tanyaku.
“namanya Tawashi” ucap naru.
“Tawashi!?” ucapku bersaaman dengan aira
“Bukankah Tawashi itu artinya bulu sikat?” ucapku
“memang” ucap naru tersenyum.
“kau ini aneh binatang peliharaan diberi nama bulu sikat” ucapku.
“Eh,.. dia ini kucing jenis apa?” Tanya aira
“ Jenis kucing Persia” ucap naru
“Miaw..” ,  “ kelihatannya dia lapar” ucap aira
“Hai teman-teman lihat, banyak orang berkumpul dilapangan “ ucapku yang berada di branda kamar.
“Meraka sedang apa?” Tanya naru
“Entahlah kita kesana yuk” ucapku
“Mmm… boleh “ ucap naru dan aira serentak
“Tunggu…. Apa tawashi ditinggal “ucapku
“dia sudah terbiaa lagipula sudah ku beri makan, benarkan tawashi, “ ucap naru
“Miaw” ia bersuara seakan mengerti ucapan kami, lalu kami riba dilapangan.
“Wah tidak kelihatan” ucap aira
“Hei memangnnya ada apa sih?” tanyaku pada anak disebelahku.
“Katanya ada kak Tetsuya yang tampan itu loh”
“Tetsuya?” gumamku.
                Setelah aku lihat ternyata benar dia memang tampan dan lagi katanya dia jago bermain bola dan basket. Wah benar-benar sempurna pantas semua wanita tergila-gila padanya. Oh iya aku belum beritahu  ya, sekolah ini cukup luas. Asrama para wanita dan pria dibatasi oleh taman kecil, yah bisa dibilang seluruh gedung mengelilingi taman ini. Karena hari ini hari pertama maka khusus untuk beres-beres dan melihat isi sekolah.
“Teman-teman bagaimana kalau kita berkeliling sekolah dan melihat-lihat” ucapku.
“Ide bagus, ayo kita lakukan” ucap aira
“Mmmm…. Aku kekamar dulu ya, ingin mengambil sesuatu, kalian menunggu ditaman saja nanti aku menyusul” ucap naru.
“Baiklah kalau begitu” ucapku dan aira
Kami pun menunggu ditaman.
“taman yang indah” uacap aira
“kenapa naru lama ya?” ucapku
“teman-teman” teriak naru dari jauh berlari sambil terengah-engah iya berbicara
“teman-teman gawat tawashi menghilang”
“Apa menghilang?” ucap aira
“Apa kau sudah mencari diseluruh kamar?” tanyaku
“sudah” , “ dikamar mandi dan beranda”, “ juga sudah”
“Baikalah kalau begitu kita berpencar”, “aku mencari ditaman belakang, aira mencari disekitar taman ini dan naru mencari di dalam gedung” ucapku
“Baiklah ucap aira dan naru
Dan kami pun berpencar.
“Tawashi!” aku memanggil namanya berulang-ulang dan mencari kesan kemari tapi belum juga ketemu, tiba-tiba ada surara dari dalam semak-semak.
“Miaw” seekor kucing muncul dan berlari menjauh, ternyata itu tawashi. “tawashi tunggu” teriakku mengejarnya. Saat kusadar aku sudah berada di tengah semak belukar.
“Ups,…. sepertinya aku tersesat” ucapku bingung melihat kesana kemari , “tapi kenapa dibelakang sekolah ada hutan seperti ini?”
“tawasahi kau dimana?!” teriakku “huh kesabaranku sudah habis”, “TAWASHI!!!” teriakku kencang, tiba-tiba “BRUKK” seperti ada benda jatuh dari pohon.
“Waaaa!!!” teriaku “hei, tidak perlu berteriak seperti itu” kau pikir aku setan” ucap anak laki-laki yang berdiri tepat didepanku.
“Kau mengganggu tidurku” ucapnya
“Maaf aku tidak tau, soalnya aku sedang mencari tawashi” ucapku
“Bulu sikat?” tapi kenapa kenapa kau memanggil-manggilnya, memangnya bulu sikat itu bisa berjalan?”
“Bisa” uacapku
“Apa?!” bulu sikat yang mempunyai kaki! Monster apa itu? “ teriaknya kaget
“Bukan monster  tapi seekor kucing tau!” jawabku
“oh kucing, kenapa namanya bulu sikat?”
“mana aku tau, itu kucing temanku, aku hanya membantu mencarikannya”
“begitu rupanya, tapi bukan begitu caranya memanggil kucing”
“lalu bagaimana?”
Dia mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya, dan ternyata sepotong sandwich “seperti ini caranya” dia berjongkok memotong sandwich itu menjadi dua bagian lalu meletakannya di atas rumput “pus-pus, kucing manis ayo kemari ada makanan enak untukmu, pus-pus”
Aku berdiri di belakangnya menunggu apa yang akan terjadi, dan tak lama menunggu sesuatu muncul dari balik semak-semak “miaw” sambil berjalan mendekati sandwich itu dan memakannya.
“Tawashi!!”ucapku terkejut, ternyata dia benar akan muncul, “terima kasih yah sudah membantuku menemukannya” dia hanya mengangguk membalas ucapanku. Aku berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu, namun aku berbalik dan menyakan siapa namanya dan dia menjawab “aku Haru”
“terima kasih haru, ayo tawashi kita kembali menemui majikanmu, dia pasti senang”
Gadis itu tersenyum dengan manis, dan aku lupa menanyakan siapa namanya, ya sudahlah mungkin nanti aku akan bertemu lagi dengannya. Aku menepik sedikit ujung celanaku yang terkena debu lalu kembali ke asrama.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar